Mengenal Lebih Dekat Akar Bajakah dan Beragam Manfaatnya
ABIMUDAH.INFO, Bararawa-Barito Timur. Indonesia dikenal sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang sangat melimpah. Berbagai jenis tumbuhan telah lama dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan pangan maupun obat tradisional. Salah satu tanaman yang cukup menarik perhatian dalam beberapa tahun terakhir adalah akar bajakah, tanaman yang berasal dari kawasan hutan Kalimantan.
Akar bajakah menjadi populer karena penggunaannya secara tradisional dan adanya berbagai penelitian yang mulai mengkaji kandungan kimia serta aktivitas biologisnya. Namun, penting untuk memahami bahwa hasil penelitian awal tidak selalu berarti suatu tanaman telah terbukti sebagai obat untuk penyakit tertentu.
Mengenal Akar Bajakah
Istilah bajakah sebenarnya dapat merujuk pada beberapa jenis tumbuhan merambat yang digunakan secara tradisional oleh masyarakat Kalimantan. Salah satu jenis yang banyak dibahas dalam penelitian adalah Spatholobus littoralis Hassk. Tanaman ini termasuk kelompok tumbuhan yang tumbuh merambat dan bagian akarnya secara tradisional dimanfaatkan sebagai bahan herbal.
Popularitas akar bajakah meningkat karena adanya pembahasan mengenai potensinya sebagai tanaman obat. Sejumlah penelitian fitokimia menemukan berbagai senyawa metabolit sekunder di dalamnya, antara lain flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, antrakuinon, terpenoid, dan fenol.
Kandungan tersebut menarik perhatian karena beberapa di antaranya diketahui memiliki aktivitas biologis yang berpotensi bermanfaat bagi kesehatan.
Kandungan Senyawa dalam Akar Bajakah
Senyawa aktif dalam tumbuhan dapat memberikan berbagai aktivitas biologis. Pada akar bajakah, penelitian laboratorium telah menemukan sejumlah kelompok senyawa yang memiliki potensi sebagai antioksidan dan aktivitas farmakologis lainnya.
Flavonoid dan fenol, misalnya, dikenal sebagai kelompok senyawa yang dapat berperan sebagai antioksidan. Sementara itu, tanin, saponin, alkaloid, terpenoid, dan senyawa lainnya juga banyak ditemukan pada tanaman obat dan sedang diteliti karena berbagai aktivitas biologisnya.
Akan tetapi, jumlah dan jenis senyawa yang terdapat dalam akar bajakah dapat berbeda bergantung pada jenis tanaman, bagian tanaman yang digunakan, lokasi tumbuh, metode ekstraksi, serta kondisi pengolahan.
Beragam Potensi Manfaat Akar Bajakah
1. Berpotensi sebagai sumber antioksidan
Salah satu potensi akar bajakah yang cukup banyak diteliti adalah aktivitas antioksidannya. Penelitian terhadap infus akar bajakah menunjukkan adanya aktivitas dalam pengujian menggunakan metode DPPH, yang merupakan salah satu metode laboratorium untuk mengukur kemampuan suatu ekstrak dalam menangkal radikal bebas.
Antioksidan secara umum berperan dalam membantu melindungi sel dari kerusakan akibat stres oksidatif. Meski demikian, hasil pengujian antioksidan di laboratorium tidak secara otomatis membuktikan bahwa konsumsi tanaman tersebut dapat mencegah atau mengobati penyakit pada manusia.
2. Memiliki potensi antibakteri
Beberapa penelitian yang dirangkum dalam kajian mengenai akar bajakah melaporkan adanya aktivitas antibakteri. Potensi tersebut berkaitan dengan keberadaan senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam tanaman.
Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui jenis bakteri yang paling sensitif, mekanisme kerjanya, dosis yang efektif, serta keamanan penggunaannya pada manusia.
3. Berpotensi memiliki aktivitas antiinflamasi
Kajian terhadap akar bajakah juga melaporkan adanya potensi aktivitas antiinflamasi. Peradangan merupakan respons alami tubuh terhadap cedera atau infeksi, tetapi peradangan yang berlangsung berlebihan atau terus-menerus dapat berkaitan dengan berbagai kondisi kesehatan.
Meskipun demikian, bukti mengenai efek antiinflamasi akar bajakah pada manusia masih membutuhkan penelitian klinis yang lebih kuat.
4. Potensi dalam penelitian antikanker
Akar bajakah juga sering dikaitkan dengan penelitian mengenai kanker. Sejumlah penelitian awal terhadap kandungan dan ekstraknya menunjukkan adanya aktivitas yang berpotensi dikembangkan dalam penelitian antikanker.
Namun, hal ini perlu dipahami secara hati-hati. Akar bajakah belum dapat dianggap sebagai obat kanker yang terbukti. Aktivitas suatu ekstrak pada penelitian laboratorium tidak sama dengan keberhasilan mengobati kanker pada pasien.
Menariknya, penelitian klinis yang diterbitkan pada 2026 mengenai penggunaan kayu bajakah sebagai terapi tambahan pada pasien adenokarsinoma paru tidak menemukan perbedaan yang signifikan secara statistik terhadap perubahan kadar kolesterol dan trigliserida antara kelompok yang mendapat terapi tambahan bajakah dan kelompok kontrol.
Temuan tersebut menunjukkan pentingnya penelitian klinis dengan jumlah peserta yang lebih besar sebelum manfaat kesehatan tertentu dapat disimpulkan secara kuat.
5. Potensi aktivitas biologis lainnya
Selain aktivitas antioksidan, antibakteri, antiinflamasi, dan antikanker, kajian literatur juga melaporkan potensi aktivitas lain, seperti antijamur, antimalaria, antidemam, dan antikolesterol. Namun, tingkat bukti untuk masing-masing manfaat dapat berbeda dan sebagian besar masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Akar Bajakah dalam Pengobatan Tradisional
Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat tradisional merupakan bagian dari pengetahuan masyarakat yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Akar bajakah menjadi salah satu contoh kekayaan tanaman obat yang berasal dari Kalimantan.
Dalam pemanfaatan tradisional, akar tanaman dapat diolah dengan berbagai cara, termasuk direbus atau dibuat menjadi seduhan. Namun, cara pengolahan tradisional tidak selalu memiliki standar dosis, konsentrasi, dan keamanan yang sama seperti produk obat yang telah melalui pengujian.
Karena itu, penggunaan akar bajakah sebagai herbal sebaiknya dilakukan secara bijaksana, terutama bagi orang yang sedang menjalani pengobatan tertentu.
Apakah Akar Bajakah Aman Dikonsumsi?
Informasi mengenai keamanan akar bajakah pada manusia masih terbatas. Keamanan suatu tanaman herbal tidak hanya ditentukan oleh apakah tanaman tersebut berasal dari alam, tetapi juga oleh dosis, cara pengolahan, kondisi kesehatan seseorang, serta kemungkinan interaksi dengan obat lain.
Oleh sebab itu, akar bajakah sebaiknya tidak digunakan untuk menggantikan pengobatan dokter, terutama untuk penyakit serius seperti kanker, diabetes, penyakit jantung, atau infeksi berat.
Jika ingin mengonsumsi produk berbahan akar bajakah sebagai pelengkap, terutama ketika sedang menggunakan obat rutin, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
Kesimpulan
Akar bajakah merupakan salah satu kekayaan tanaman dari Kalimantan yang memiliki sejarah pemanfaatan secara tradisional dan menarik perhatian para peneliti. Berbagai penelitian telah menemukan kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, terpenoid, antrakuinon, dan fenol. Senyawa-senyawa tersebut membuat akar bajakah menarik untuk diteliti lebih lanjut karena memiliki berbagai potensi aktivitas biologis, termasuk antioksidan, antibakteri, antiinflamasi, dan aktivitas lainnya.
Meski demikian, masyarakat perlu membedakan antara potensi berdasarkan penelitian awal dan manfaat kesehatan yang sudah terbukti secara klinis. Hingga saat ini, masih diperlukan penelitian yang lebih mendalam untuk menentukan efektivitas, dosis, keamanan, serta manfaat akar bajakah pada manusia.
Dengan penelitian yang terus berkembang, akar bajakah berpotensi menjadi salah satu sumber bahan alam yang penting untuk pengembangan obat atau produk kesehatan di masa mendatang, sekaligus menjadi bagian dari upaya melestarikan pengetahuan tradisional dan keanekaragaman hayati Indonesi. (Abi Mudah Bararawa)

